persprima.com – Di sudut Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember, terdapat sebuah area sederhana yang tak pernah benar-benar sepi dari aktivitas mahasiswa. Tempat itu dikenal dengan nama Taman Super Wi-Fi, atau yang lebih akrab disebut TSW. Dengan deretan meja dan kursi serta adanya atap yang melindungi dari panas dan hujan, TSW menjadi salah satu ruang favorit mahasiswa untuk belajar di luar kelas.
Dari pagi hingga menjelang sore, bahkan terkadang sampai malam hari, mahasiswa silih berganti datang. Beberapa mahasiswa membuka laptop untuk mengerjakan tugas serta berdiskusi kelompok, tetapi ada pula yang sekadar melepas penat setelah mengikuti perkuliahan dengan mengobrol santai bersama teman-teman mereka. Tidak jarang juga beberapa mahasiswa memanfaatkan area tersebut untuk berjualan kecil-kecilan atau sekadar menunggu jadwal kelas berikutnya. Bagi sebagian mahasiswa, TSW sudah seperti “rumah kedua” di lingkungan kampus.
Suasana terbuka di TSW membuat tempat ini terasa lebih santai dibanding ruang kelas. Angin yang berhembus pelan dan lokasi yang cukup strategis menjadikan TSW sebagai titik kumpul favorit mahasiswa FISIP. Di tempat ini, mahasiswa dari berbagai angkatan dan jurusan sering bertemu tanpa direncanakan. Dari obrolan ringan hingga diskusi serius, semuanya dapat terjadi dalam satu ruang yang sama. Namun, beberapa mahasiswa mulai merasa fasilitas di TSW tidak lagi sebaik dulu. Kursi yang kurang nyaman, terutama saat digunakan dalam waktu lama, menjadi salah satu keluhan mahasiswa ketika belajar atau berdiskusi di tempat tersebut.
“Kalau ga yang terlalu lama sih masih enak ya, tapi kalau lama banget bikin sakit pinggang. Kursinya juga sedikit kurang nyaman,” ujar salah satu mahasiswa yang kerap menghabiskan waktu di TSW.
Tak hanya soal tempat duduk, persoalan lain juga muncul dari sisi akses internet. Sesuai dengan namanya, Taman Super Wi-Fi, koneksi internet menjadi salah satu hal utama yang diharapkan mahasiswa ketika berada di tempat tersebut. Di tengah kebutuhan akademik yang semakin bergantung pada teknologi, akses Wi-Fi tentu menjadi fasilitas penting bagi mahasiswa.
Sayangnya, jaringan internet di area TSW tidak selalu dapat diandalkan. Ada kalanya koneksi berjalan lancar, tetapi tidak jarang juga tiba-tiba menghilang atau sulit terhubung. Mahasiswa pun sering mencari posisi tertentu agar bisa mendapatkan sinyal yang lebih baik. Bahkan, beberapa mahasiswa memilih berpindah tempat ketika jaringan benar-benar tidak bisa digunakan.
“Wi-Fi di sini kadang masuk, kadang enggak. Jadi kalau lagi butuh banget buat cari materi atau kirim tugas, terpaksa pindah tempat ke dekat ruang kelas, jadi ya hitungannya udah bukan di TSW lagi,” ungkap mahasiswa lainnya.
Situasi ini tentu menjadi ironi. Di satu sisi, TSW memiliki potensi besar sebagai ruang belajar alternatif yang nyaman dan fleksibel bagi mahasiswa. Namun, di sisi lain, keterbatasan fasilitas justru mengurangi fungsi utamanya sebagai tempat yang mendukung kegiatan akademik. Meski begitu, TSW tetap memiliki tempat tersendiri di hati mahasiswa FISIP. Mahasiswa berharap TSW tetap nyaman digunakan dengan adanya perbaikan fasilitas, terutama pada kualitas jaringan Wi-Fi dan tempat duduk agar aktivitas belajar dapat berjalan lebih baik.
Dengan sedikit perbaikan dan perhatian, TSW dapat menjadi tempat yang lebih nyaman dan sesuai dengan namanya sebagai Taman Super Wi-Fi. Dengan fasilitas yang lebih baik dan jaringan internet yang stabil, TSW dapat terus menjadi ruang favorit mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi cerita di lingkungan kampus.
Penulis : Lyra Andini Vilia Putri
Penyunting : Maharani Afidatun





