Beranda / Warta / Gerbang Setapak di Tengah Ramainya Tegalboto

Gerbang Setapak di Tengah Ramainya Tegalboto

persprima.com – Setiap pagi, langkah kaki mahasiswa memenuhi lorong sempit di antara Fakultas Hukum dan Gedung Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. Lorong kecil itu dikenal sebagai Gerbang Setapak Fakultas Hukum, jalur khusus pejalan kaki yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Meski ukurannya sempit, gerbang tersebut menjadi akses penting bagi banyak mahasiswa yang beraktivitas di kawasan Tegalboto.

Di tengah deretan gedung kampus yang besar dan ramai, gerbang setapak itu tampak sederhana. Letaknya berada di celah antara dinding Fakultas Hukum dan Gedung Pascasarjana FEB. Setiap hari, mahasiswa silih berganti melewati lorong tersebut untuk menuju ruang kelas, perpustakaan, maupun kawasan kos di sekitar Jalan Jawa. Terdengar langkah sepatu yang bergesekan dengan paving, disertai percakapan singkat mahasiswa yang berjalan berdampingan menuju tujuan masing-masing.

Bagi sebagian mahasiswa, gerbang setapak itu bukan sekadar jalan penghubung antargedung. Jalur tersebut menjadi akses yang lebih cepat dan nyaman dibanding harus memutar melalui jalan raya kampus. Suasana yang teduh juga membuat banyak mahasiswa memilih melewati lorong itu, terutama pejalan kaki yang tidak membawa kendaraan.

Saat jam kuliah dimulai, lorong kecil tersebut selalu ramai dipadati mahasiswa dari berbagai fakultas. Mahasiswa Fakultas Hukum dengan map dan diktat di tangan berjalan berdampingan dengan mahasiswa pascasarjana FEB. Di tempat itu, perbedaan latar belakang seolah tidak terlihat. Semua melewati jalur yang sama dengan langkah yang serupa sebagai bagian dari rutinitas kehidupan kampus.

Ketika hujan turun, gerbang setapak sering berubah menjadi tempat berteduh sementara. Mahasiswa yang awalnya hanya saling berpapasan akhirnya berdiri berdekatan sambil menunggu hujan reda. Suasana sederhana itu menghadirkan interaksi kecil yang jarang disadari di tengah kesibukan perkuliahan.

Meski hanya berupa lorong sempit di antara dua gedung, gerbang setapak tersebut menyimpan cerita keseharian mahasiswa Universitas Jember. Dari jalur kecil itulah, banyak langkah dimulai setiap hari sebagai bagian dari perjalanan panjang menuju masa depan.

Penulis : De Ridha Tita
Penyunting : Apri Ahsana Amala

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *