Beranda / Warta / Warta FISIP / Resonansi Sospol 1.0 Bahas Kekerasan Aparat dan Masa Depan Hak Sipil di Indonesia

Resonansi Sospol 1.0 Bahas Kekerasan Aparat dan Masa Depan Hak Sipil di Indonesia

persprima.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (BEM FISIP UNEJ) menggelar seminar bertajuk Resonasi Sospol 1.0 pada Jumat (8/5) di Aula FISIP UNEJ. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB tersebut mengusung tema “Negara Melindungi atau Mengancam? Kekerasan Aparat dan Masa Depan Hak Sipil di Indonesia.”

Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Linda Dwi Eriyanti, S.Sos., M.A. dan Rian Adhivira Prabowo, S.Psi., S.H., M.H., M.A. Acara diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), serta mahasiswa FISIP UNEJ.

Kegiatan ini sebagai ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memahami kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) dan perkembangan sosial politik di Indonesia. Dalam pemaparannya, narasumber membahas berbagai persoalan mengenai kekerasan aparat, perlindungan hak sipil, hingga dinamika demokrasi yang dinilai masih menjadi perhatian masyarakat.

Salah satu pembahasan menarik yang menjadi perhatian peserta adalah mengenai persoalan HAM dalam dunia politik Indonesia. Narasumber menyinggung berbagai peristiwa pelanggaran HAM yang pernah terjadi serta bagaimana isu tersebut masih relevan untuk dibahas di tengah kondisi politik saat ini. Di dalam diskusi juga terdapat pertanyaan mengenai peran negara dalam melindungi masyarakat sipil dan menjaga kebebasan berpendapat.

Suasana seminar berlangsung interaktif dan kritis. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan mereka terkait kondisi sosial politik di Indonesia. Beberapa mahasiswa menyoroti bagaimana masyarakat sipil sering kali menghadapi tantangan ketika menyampaikan kritik terhadap pemerintah maupun aparat negara.

Selain membahas isu kekerasan aparat, seminar ini juga menyinggung pentingnya kesadaran mahasiswa terhadap demokrasi dan HAM. Narasumber menilai bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan sosial yang mampu menjaga ruang demokrasi tetap hidup melalui diskusi dan gerakan intelektual.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan Resonasi Sospol 1.0 diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih peka terhadap persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Seminar ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan, khususnya yang berkaitan dengan hak sipil dan kebebasan masyarakat.

Melalui seminar ini, BEM FISIP UNEJ berharap diskusi mengenai HAM dan sosial politik tidak berhenti di ruang seminar saja, tetapi juga mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif memahami realitas sosial di tengah masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti Resonasi Sospol 1.0, mahasiswa diharapkan dapat terus menjaga budaya berpikir kritis dan berkontribusi dalam mengawal nilai-nilai demokrasi serta hak sipil di Indonesia.

Penulis : Zahrothus Sita Ismadi
Penyunting : Maharani Afidatun

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *