Beranda / Warta / Warta Jember / Di Tengah Guyuran Hujan, Mahasiswa Suarakan 18+1 Tuntutan di Gedung DPRD Jember

Di Tengah Guyuran Hujan, Mahasiswa Suarakan 18+1 Tuntutan di Gedung DPRD Jember

Jember — Sebanyak 208 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember, menggelar aksi unjuk rasa dengan beberapa organisasi serta masyarakat di bawah guyuran hujan lebat pada Jumat (30/10/2026). Aksi ini digerakkan untuk menyampaikan 18+1 tuntutan utama yang disepakati bersama. Sebelum keberangkatan, koordinator lapangan sempat menegaskan pesan solidaritas bahwa rombongan berangkat sebanyak 176 orang dan harus pulang dengan jumlah yang utuh. Guyuran hujan deras yang menyelimuti perjalanan sama sekali tidak meredupkan semangat mahasiswa, justru sebaliknya, hujan pun dipandang sebagai bukti nyata bahwa langit turut melawan atas ketidakadilan yang terjadi di tanah air tercinta ini.

Tepat pukul 14.54 WIB, iring-iringan massa tiba di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember dan langsung melingkar menghadap ke gedung dewan untuk memulai aksi. Sesi orasi di lokasi berlangsung sangat panjang, dinamis, dan bergantian. Perwakilan mahasiswa dari berbagai elemen dan latar belakang fakultas silih berganti naik ke atas barikade atau mobil komando untuk menyuarakan aspirasi serta tuntutan mereka masing-masing. Di tengah kobaran semangat perlawanan tersebut, tidak jarang pula peserta aksi membacakan puisi-puisi perjuangan hasil karya mereka sendiri sebagai bentuk ekspresi kemarahan dan perlawanan terhadap penguasa yang selama ini menutup telinga dari suara rakyat. Panggung orasi tersebut tidak hanya didominasi oleh kaum laki-laki, melainkan juga diisi secara bergantian oleh para mahasiswi dan orator perempuan yang tampil membakar semangat massa. Suara para perempuan bergemuruh lantang menyoroti berbagai ketimpangan sosial, terlebih di tengah situasi nasional yang sedang hangat memperbincangkan persoalan pajak pembalut yang dirasa sangat diskriminatif serta melukai kaum wanita. Berbagai narasi keadilan gender dan perlawanan terhadap kebijakan yang menindas disuarakan dengan tegas di bawah langit Jember. Di penghujung sesi orasi, massa secara bersamasama meneriakkan seruan solidaritas kebangsaan: “Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Hidup perempuan yang melawan! Hidup buruh! Hidup petani!”

Di tengah jalannya aksi, ketegangan sempat terjadi ketika massa mendesak pimpinan DPRD untuk turun langsung menemui rakyat, namun pihak dewan berdalih para ketua sedang berada di luar kota. Mahasiswa lantas memaksa perwakilan fraksi yang hadir untuk menghubungi pimpinan mereka via sambungan telepon guna memberikan pernyataan langsung. Sebanyak enam hingga tujuh perwakilan fraksi partai politik di DPRD Jember, yang meliputi PDI Perjuangan, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), NasDem, PKB, Gerindra, dan PKS, akhirnya turun langsung menemui kerumunan massa. Setelah perdebatan dan dialog alot mengenai berbagai poin krusial, perwakilan fraksi menandatangani dokumen surat tuntutan di tempat. Sementara itu, ketua dewan melalui sambungan telepon berjanji akan membubuhkan tanda tangan resminya pada Sabtu pagi. Poin-poin didalam dokumen tersebut akhirnya secara khusus menggarisbawahi desakan agar DPRD Jember meneruskan aspirasi ’18+1′ ini ke Pemerintah Pusat selambat-lambatnya 1×24 jam. Hingga akhirnya menjelang magrib dengan sisa-sisa gerimis yang masih turun, seluruh rangkaian aksi berjalan sukses dan massa membubarkan diri kembali ke kampus. 

Penulis : De Ridha Tita Nihayatani
Penyunting : Maharani Afidatun

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *