Beranda / Warta / Warta FISIP / FISIP UNEJ Gelar Simulasi Aksi Perdana, Inovasi PPMB GENUINE 5.0

FISIP UNEJ Gelar Simulasi Aksi Perdana, Inovasi PPMB GENUINE 5.0

Mahasiswa baru FISIP Universitas Jember mengikuti simulasi aksi dalam rangkaian PPMB FISIP GENUINE 5.0 2026, Sabtu (5/9). (Foto: LPM PRIMA)

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember untuk pertama kalinya menggelar simulasi aksi pada Sabtu (5/9) sebagai bagian dari rangkaian Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru (PPMB), sebagai upaya membangun nalar kritis dan keberanian berpendapat di kalangan mahasiswa baru.

Ketua BEM FISIP Unej, Algi Febriano, mengatakan kegiatan ini merupakan inovasi baru yang mengangkat tema “Mengakar pada Nalar Menuju Penggerak Perubahan”. Ia menjelaskan simulasi aksi memperkenalkan mahasiswa baru pada berbagai peran dalam sebuah aksi, mulai dari negosiator, orator, hingga koordinator lapangan.

“Selama ini mahasiswa menganggap aksi demonstrasi hanya ikut-ikutan, padahal aksi itu cukup kompleks,” ujar Algi.

Ketua Panitia PPMB menambahkan, simulasi aksi dimaksudkan sebagai laboratorium mahasiswa FISIP untuk berlatih peka terhadap kebijakan pemerintah sekaligus berperan sebagai agent of control. Materi yang diangkat dalam simulasi mencakup isu-isu nasional terkini, seperti evaluasi kabinet, pendidikan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi keamanan, panitia menyatakan telah mengantisipasi berbagai risiko. Mahasiswa dengan riwayat penyakit tertentu tidak diikutsertakan dalam simulasi, sementara pengamanan kegiatan dibantu tim satpam serta perwakilan himpunan mahasiswa se-FISIP.

Wakil Dekan III FISIP Unej, Edy, menyatakan pihak fakultas menyetujui kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan demokrasi bagi mahasiswa. Menurutnya, simulasi aksi melatih mahasiswa menyuarakan pendapat berbasis data valid, sekaligus mengurangi sikap antipati terhadap aksi demonstrasi.

“Kritik terhadap kebijakan, termasuk kebijakan fakultas sendiri, tetap dibutuhkan sebagai bagian dari evaluasi kelembagaan, selama disertai basis data yang jelas,” kata Edy.

Ia menambahkan, fakultas berkomitmen menindaklanjuti aspirasi mahasiswa yang disampaikan melalui forum-forum demokratis, sepanjang penyampaiannya tidak berujung pada tindakan anarkis.

Panitia menyebut indikator keberhasilan kegiatan ini adalah meningkatnya keberanian mahasiswa baru untuk menyuarakan pendapat di ruang publik, tidak hanya berhenti pada forum diskusi di dalam kelas.

Penulis : Lyra Andini Vilia Putri
Penyunting : Maharani Afidatun

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *