Beranda / Warta / Warta UNEJ / Kompas.com Talks di UNEJ Soroti Kemiskinan Ekstrem di Lahan Produktif

Kompas.com Talks di UNEJ Soroti Kemiskinan Ekstrem di Lahan Produktif

Berlangsungnya diskusi kompas.com talks [Dokumen LPM PRIMA]

persprima.com, JEMBER ― Kompas.com menggelar diskusi publik bertajuk “Wajah Kemiskinan Ekstrem di Lahan Produktif: Siapa yang Bertanggung Jawab?” di Gedung Soedjarwo lantai 5, Universitas Jember, Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini dimeriahkan oleh berbagai macam kalangan di Lingkup Kabupaten Jember. Mulai dari pejabat publik serta akademisi dan civitas akademika dilingkungan Universitas jember juga ikut mengambil peranan dalam suksesnya agenda ini. Tercatat para pejabat publik yang hadir adalah Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E, M.Sc., perwakilan PTPN, Perhutani, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), DPRD Jember. sedangkan akademisi yang juga memiliki peranan penting dalam agenda ini adalah Rektor Universitas Jember Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., beserta jajarannya, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNEJ. Suksesnya acara ini tak luput dari peranan Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin yang memandu langsung diskusi tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor UNEJ menyatakan bahwa forum tersebut menjadi ruang refleksi untuk membahas persoalan kemiskinan secara terbuka.

“Kegiatan ini bukan sekadar acara, tetapi ruang refleksi untuk melihat persoalan secara jujur dan membicarakannya secara terbuka,” ujarnya.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E, M.Sc, juga menyoroti paradoks kemiskinan di wilayah yang memiliki sumber daya alam produktif. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan dan kawasan hutan justru menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kemiskinan.

 “Kemiskinan masih menjadi persoalan utama di Jember, terutama masyarakat yang tinggal di pinggir kebun dan hutan,” ujarnya.

dalam diskusi publik tersebut perwakilan PTPN menyampaikan komitmen perusahaannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut menggandeng BRI dengan skema pembiayaan bagi peternak dengan bunga sebesar 3 persen. dengan. Total penyaluran mencapai angka sekitar Rp28 miliar.

Sementara itu, perwakilan Perhutani menyatakan kesiapan institusinya untuk membuka akses dan mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Perwakilan ATR/BPN juga menegaskan dukungan terhadap reformasi agraria melalui penataan aset dan akses guna mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Guru Besar FEB UNEJ menekankan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, termasuk integrasi kebijakan lintas sektor, penguatan akses permodalan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam diskusi tersebut berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa dan akademisi.

Penulis : Apri Ahsana Amala Tri Wulandari
Penyunting : Maharani Afidatun

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *