{"id":829,"date":"2025-05-28T13:13:58","date_gmt":"2025-05-28T13:13:58","guid":{"rendered":"https:\/\/persprima.com\/?p=829"},"modified":"2025-05-28T13:14:33","modified_gmt":"2025-05-28T13:14:33","slug":"jeritan-buruh-dan-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/2025\/05\/28\/jeritan-buruh-dan-pendidikan\/","title":{"rendered":"Jeritan Buruh dan Pendidikan"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-group is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-7387b849 wp-block-group-is-layout-flex\"><div class=\"wp-block-post-date\"><time datetime=\"2025-05-28T13:13:58+00:00\">Mei 28, 2025<\/time><\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">oleh : Hasyisy Ahmad<\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Ketika mesin penjepit melakukan <em>press<\/em> yang kuat terhadap muatan yang juga tidak kalah kuat, maka yang terjadi adalah mesin penjepit tersebut akan goyah kemudian patah. Buruh, sekelompok pekerja kasar yang kerjanya tidak selalu mendapatkan jaminan keselamatan kerja saat ia melakukan pekerjaannya. Buruh, sekelompok pekerja yang jaminan keselamatan hidupnya hanya sebatas bualan bagi pemilik modal, sehingga tidak ada keseriusan dalam menjamin keselamatan kerja buruh. Dan buruh, adalah manusia dengan himpitan kehidupan keras yang terkadang membuat sang penjepit (pemilik modal) merasakan amarahnya.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-7387b849 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-831\" style=\"width:423px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221-1024x683.png 1024w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221-300x200.png 300w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221-768x512.png 768w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221-1536x1024.png 1536w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221-150x100.png 150w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221-330x220.png 330w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221-420x280.png 420w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221-510x340.png 510w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/2-1-e1748436289221.png 1563w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi by @samartboonyang<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_dt5a51dt5a51dt5a-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-830\" style=\"width:261px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_dt5a51dt5a51dt5a-1024x1024.png 1024w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_dt5a51dt5a51dt5a-300x300.png 300w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_dt5a51dt5a51dt5a-150x150.png 150w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_dt5a51dt5a51dt5a-768x768.png 768w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_dt5a51dt5a51dt5a-1536x1536.png 1536w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_dt5a51dt5a51dt5a.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Tepat 1 Mei merupakan peringatan Hari Buruh Internasional. Peringatan yang awalnya berasal dari amarah para buruh di Chicago, AS untuk merebut kembali hak hidupnya dengan menyerukan pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari, hal ini diakibatkan kezaliman kapitalisme untuk terus memeras keringat mereka tanpa rasa kemanusiaan. Sejarah ini bermula pada insiden <em>Haymarket<\/em> yang terjadi pada 1886, dimana ribuan pekerja turun ke jalan untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Kemudian, tiga tahun setelah peristiwa tersebut. <em>International Socialist Congress<\/em> di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional dan mulai rutin memperingatinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Menurut Ahmad &amp; Al Ayubbi &nbsp;(2024) Gerakan Serikat Pekerja (SP) pertama kali terbentuk di Indonesia pada abad 19, diawali dengan lahirnya <em>Nederland Indische Onderwys Genootschap <\/em>(NIOG) atau Serikat Pekerja Buruh Hindia Belanda pada tahun 1879 yang dipengaruhi oleh pergerakan sosial demokrat di Belanda. Kondisi kala itu, terdapat beberapa organisasi buruh di Indonesia yang berfokus ada sektor transportasi dan perkebunan. Organisasi buruh juga berpengaruh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. organisasi-organisasi buruh ini mendahului partai-partai politik dan beragam organisasi massa lain (Hadiz, 2005).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignleft size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"646\" height=\"646\" src=\"https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-2-e1748437238723-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-836\" style=\"width:271px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-2-e1748437238723-edited.png 646w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-2-e1748437238723-edited-300x300.png 300w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-2-e1748437238723-edited-150x150.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 646px) 100vw, 646px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Sementara itu, sehari setelah hari buruh merupakan Hari Pendidikan Nasional. Hari yang ditetapkan untuk membalas jasa tokoh pendidikan Indonesia yakni Ki Hajar Dewantara. Hari Pendidikan Nasional didasarkan pada kelahiran tokoh yang berjuluk \u201cBapak Pendidikan Indonesia\u201d tersebut. Ki Hajar Dewantara berpandangan bahwa mendidik kaum muda merupakan syarat utama dalam membebaskan diri dari jeratan penjajah, ini berarti manusia Indonesia harus merdeka dalam menjalankan segala aspek kehidupannya. Keinginan untuk merdeka harus dimulai dengan mempersiapkan kaum bumi putra yang bebas, mandiri, dan pekerja keras. Generasi muda harus dipersiapkan agar kelak menjadi bangsa yang mandiri, sadar akan kemerdekaan, sehingga kemerdekaan itu dimiliki oleh orang yang terdidik dan memiliki jiwa merdeka (Marihandono, 2017).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Namun mirisnya, perjuangan beliau yang hampir dilakukan pada setiap menit dalam hidupnya kini hanya sebuah harapan yang sulit digapai. Kini pendidikan Indonesia menjadi barang mewah yang tidak semua warga negaranya bisa dimiliki. Selain mewah, pendidikan di Indonesia juga tidak ramah kantong, alias mahal. Pendidikan pada tataran perguruan tinggi harus dibanderol dengan uang yang tidak sedikit. Selain itu, persoalan kurikulum Indonesia yang sering berubah-ubah menjadi juga batu penghalang besar bagi pendidikan Indonesia untuk tumbuh dan berkembang. Bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan itu memberikan dorongan terhadap perkembangan siswa didik, yakni pendidikan mengajarkan untuk mencapai suatu perubahan dan dapat bermanfaat di lingkungan masyarakat. Kondisi saat ini berbanding terbalik, para golongan terdidik banyak menindas masyarakat yang kurang terdidik dan tidak ada suatu tindakan yang gratis, semuanya membutuhkan benefit yang setimpal dalam hal ini adalah uang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignright size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"592\" src=\"https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-1-e1748436888496-1024x592.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-833\" style=\"width:342px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-1-e1748436888496-1024x592.png 1024w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-1-e1748436888496-300x174.png 300w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-1-e1748436888496-768x444.png 768w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-1-e1748436888496-1536x888.png 1536w, https:\/\/persprima.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/3-1-e1748436888496.png 1563w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Pendidikan kapitalisme telah merubah arah pendidikan global, membuat manusia hidup secara individual dan pragmatis. Terlebih saat dunia memasuki Revolusi Industri keempat, kaum intelektual terutama ahli bidang STEM (<em>science, technology, engineering, and mathematics<\/em> \u2013 bidang ilmu yang dianggap penting dan menguntungkan dalam Revolusi Industri keempat) menjadi anggota baru sistem kapitalisme dan beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan (Dyer-Witheford 2015). Salah satu poin penting mengapa pendidikan Indonesia tidak seperti yang diharapkan para pendiri bangsa adalah persoalan kemiskinan yang tidak kunjung tuntas. Bagaimana mau berbicara pendidikan selama perut keroncongan dan tangan tidak memegang uang. Kemiskinan struktural maupun kemiskinan mental menjadi masalah utama untuk memajukan Indonesia. Menurut (Haughton &amp; Khander, 2009), kemiskinan adalah fenomena multidimensi dan tidak dapat diatasi dengan solusi sederhana. Kemiskinan juga berkaitan erat dengan ketimpangan, utamanya dalam sektor pendidikan. Jika kebutuhan ekonomi tak lagi tercukupi maka opsi untuk mengenyam pendidikan tidak lagi menjadi prioritas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Tidak berbeda jauh dalam hal penindasan, kelompok buruh juga mengalami jeritan mendalam bagi kehidupannya. Kini, buruh hanya menjadi baut dan sekrup bagi korporasi, kehadirannya hanya sebatas menyalurkan tenaga kerjanya serta tidak peduli terhadap nasib kehidupan buruh yang tidak sejahtera. Kemajuan teknologi dan variasi moda industri baru tidak selalu menjawab bahwa eksploitasi dan penyerapan terhadap manusia kepada manusia lain tidak terjadi. Hari buruh yang diperingati beberapa waktu lalu menjadi ajang para buruh untuk menyampaikan jeritan mereka. Istilah <em>May Day<\/em> atau Hari Buruh merupakan momen tahunan yang tidak luput untuk dimanfaatkan menyalurkan jeritan para buruh. Berbagai tuntutan dan harapan disampaikan, salah satunya adalah protes terhadap sisitem ojek online yang melakukan keputusan potongan secara sepihak. Para mitra ojek online (driver)&nbsp; merasa geram dan frustasi kepada sistem tersebut lantaran <em>output<\/em> dari kebijakan sistem benar-benar mematikan kehidupan para driver dalam mencari pundi-pundi rupiah. Hal ini mengingatkan kembali dalam kajian Marx, bahwa pemodal (dalam hal ini sistem PT. GOTO yang merupakan pusat sistem ojek online) melakukan eksploitasi terhadap driver ojek online. Berbeda dengan marx yang membuat istilah <em>proletar<\/em> sebagai seseorang yang tidak memiliki alat produksi dan hanya mengandalkan tenaganya. Driver ojek online memiliki moda produksi (motor dan <em>handphone<\/em>) sebagai alat produknya untuk mencari penghasilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Marx mengatakan bahwa pemodal melalui korporasi, mencari keuntungan sebesar-besarnya dan mengorbankan tenaga para buruh. Para pemodal memberlakukan kebijakan kerja yang tidak sesuai dengan kontrak kerja para buruhnya. Lebih lanjut, ternyata aplikasi Gojek seringkali memberikan promo dan diskon yang menarik bagi penggunanya, namun begitu mencekik untuk mitra kerjanya (para driver). Praktik ini sering disebut sebagai membakar uang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, seringkali para pengguna tidak mengetahui bahwa diskon tersebut justru membuat driver semakin merana. Berbagai potongan diberikan kepada para driver yang dibuat oleh sistem Gojek. Hal ini kembali mengingatkan kita terhadap cita-cita para pendiri bangsa yang salah satunya tercantum dalam UUD 1945, yakni memajukan kesejahteran umum. Indonesia telah 80 tahun merdeka dengan berbagai peristiwa didalamnya, namun sayangnya cita-cita tersebut seakan-akan utopis untuk diwujudkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Hemat penulis, persoalan pendidikan dan buruh selalu menjadi pekerjaan rumah yang selalu dilupakan para pemangku kebijakan. Sudah semestinya negara hadir dalam persoalan ini dan memberikan solusi terhadap masalah ini. Bukan malah membuat proyek-proyek baru yang belum tentu itu menjawab kebutuhan rakyat. Kemunculan fenomena baru bagi perpolitikan Indonesia yakni adanya penunggangan kelompok pemodal terhadap para pemangku kebijakan telah meyakinkan kita bahwa negara tidak lagi hadir untuk rakyat. Negara justru hadir untuk memenuhi kebutuhan dan pesanan para pemodal yang tujuan akhirnya adalah melanggengkan kekuasaan pemodal. Jika kondisi ini terus langgeng, pendidikan yang sulit dijangkau dan buruh tertindas terus menerus maka bukan suatu hal mustahil jika pada akhirnya revolusi adalah pilihan terakhir untuk menjawab permasalahan yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyunting : Aulia Nastiti T.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-post-author\"><div class=\"wp-block-post-author__avatar\"><img alt='' src='https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/df1bd5007ca686dba015294262bb6c13e04c46cd08fc2ae64518dd97581e066e?s=48&#038;d=mm&#038;r=g' srcset='https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/df1bd5007ca686dba015294262bb6c13e04c46cd08fc2ae64518dd97581e066e?s=96&#038;d=mm&#038;r=g 2x' class='avatar avatar-48 photo' height='48' width='48' \/><\/div><div class=\"wp-block-post-author__content\"><p class=\"wp-block-post-author__name\">redaksi prima<\/p><\/div><\/div>\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\"><li class=\"wp-social-link wp-social-link-instagram wp-block-social-link\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/primafisip?igsh=cnd2YmN6Z2tpYWtw\" class=\"wp-block-social-link-anchor\"><svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M12,4.622c2.403,0,2.688,0.009,3.637,0.052c0.877,0.04,1.354,0.187,1.671,0.31c0.42,0.163,0.72,0.358,1.035,0.673 c0.315,0.315,0.51,0.615,0.673,1.035c0.123,0.317,0.27,0.794,0.31,1.671c0.043,0.949,0.052,1.234,0.052,3.637 s-0.009,2.688-0.052,3.637c-0.04,0.877-0.187,1.354-0.31,1.671c-0.163,0.42-0.358,0.72-0.673,1.035 c-0.315,0.315-0.615,0.51-1.035,0.673c-0.317,0.123-0.794,0.27-1.671,0.31c-0.949,0.043-1.233,0.052-3.637,0.052 s-2.688-0.009-3.637-0.052c-0.877-0.04-1.354-0.187-1.671-0.31c-0.42-0.163-0.72-0.358-1.035-0.673 c-0.315-0.315-0.51-0.615-0.673-1.035c-0.123-0.317-0.27-0.794-0.31-1.671C4.631,14.688,4.622,14.403,4.622,12 s0.009-2.688,0.052-3.637c0.04-0.877,0.187-1.354,0.31-1.671c0.163-0.42,0.358-0.72,0.673-1.035 c0.315-0.315,0.615-0.51,1.035-0.673c0.317-0.123,0.794-0.27,1.671-0.31C9.312,4.631,9.597,4.622,12,4.622 M12,3 C9.556,3,9.249,3.01,8.289,3.054C7.331,3.098,6.677,3.25,6.105,3.472C5.513,3.702,5.011,4.01,4.511,4.511 c-0.5,0.5-0.808,1.002-1.038,1.594C3.25,6.677,3.098,7.331,3.054,8.289C3.01,9.249,3,9.556,3,12c0,2.444,0.01,2.751,0.054,3.711 c0.044,0.958,0.196,1.612,0.418,2.185c0.23,0.592,0.538,1.094,1.038,1.594c0.5,0.5,1.002,0.808,1.594,1.038 c0.572,0.222,1.227,0.375,2.185,0.418C9.249,20.99,9.556,21,12,21s2.751-0.01,3.711-0.054c0.958-0.044,1.612-0.196,2.185-0.418 c0.592-0.23,1.094-0.538,1.594-1.038c0.5-0.5,0.808-1.002,1.038-1.594c0.222-0.572,0.375-1.227,0.418-2.185 C20.99,14.751,21,14.444,21,12s-0.01-2.751-0.054-3.711c-0.044-0.958-0.196-1.612-0.418-2.185c-0.23-0.592-0.538-1.094-1.038-1.594 c-0.5-0.5-1.002-0.808-1.594-1.038c-0.572-0.222-1.227-0.375-2.185-0.418C14.751,3.01,14.444,3,12,3L12,3z M12,7.378 c-2.552,0-4.622,2.069-4.622,4.622S9.448,16.622,12,16.622s4.622-2.069,4.622-4.622S14.552,7.378,12,7.378z M12,15 c-1.657,0-3-1.343-3-3s1.343-3,3-3s3,1.343,3,3S13.657,15,12,15z M16.804,6.116c-0.596,0-1.08,0.484-1.08,1.08 s0.484,1.08,1.08,1.08c0.596,0,1.08-0.484,1.08-1.08S17.401,6.116,16.804,6.116z\"><\/path><\/svg><span class=\"wp-block-social-link-label screen-reader-text\">Instagram<\/span><\/a><\/li>\n\n<li class=\"wp-social-link wp-social-link-x wp-block-social-link\"><a href=\"https:\/\/x.com\/PRIMAPERS?t=w2fOLfsx-hNj5gMjf23MMQ&#038;s=09\" class=\"wp-block-social-link-anchor\"><svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M13.982 10.622 20.54 3h-1.554l-5.693 6.618L8.745 3H3.5l6.876 10.007L3.5 21h1.554l6.012-6.989L15.868 21h5.245l-7.131-10.378Zm-2.128 2.474-.697-.997-5.543-7.93H8l4.474 6.4.697.996 5.815 8.318h-2.387l-4.745-6.787Z\" \/><\/svg><span class=\"wp-block-social-link-label screen-reader-text\">X<\/span><\/a><\/li>\n\n<li class=\"wp-social-link wp-social-link-whatsapp wp-block-social-link\"><a href=\"https:\/\/wa.me\/082264101145\" class=\"wp-block-social-link-anchor\"><svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M 12.011719 2 C 6.5057187 2 2.0234844 6.478375 2.0214844 11.984375 C 2.0204844 13.744375 2.4814687 15.462563 3.3554688 16.976562 L 2 22 L 7.2324219 20.763672 C 8.6914219 21.559672 10.333859 21.977516 12.005859 21.978516 L 12.009766 21.978516 C 17.514766 21.978516 21.995047 17.499141 21.998047 11.994141 C 22.000047 9.3251406 20.962172 6.8157344 19.076172 4.9277344 C 17.190172 3.0407344 14.683719 2.001 12.011719 2 z M 12.009766 4 C 14.145766 4.001 16.153109 4.8337969 17.662109 6.3417969 C 19.171109 7.8517969 20.000047 9.8581875 19.998047 11.992188 C 19.996047 16.396187 16.413812 19.978516 12.007812 19.978516 C 10.674812 19.977516 9.3544062 19.642812 8.1914062 19.007812 L 7.5175781 18.640625 L 6.7734375 18.816406 L 4.8046875 19.28125 L 5.2851562 17.496094 L 5.5019531 16.695312 L 5.0878906 15.976562 C 4.3898906 14.768562 4.0204844 13.387375 4.0214844 11.984375 C 4.0234844 7.582375 7.6067656 4 12.009766 4 z M 8.4765625 7.375 C 8.3095625 7.375 8.0395469 7.4375 7.8105469 7.6875 C 7.5815469 7.9365 6.9355469 8.5395781 6.9355469 9.7675781 C 6.9355469 10.995578 7.8300781 12.182609 7.9550781 12.349609 C 8.0790781 12.515609 9.68175 15.115234 12.21875 16.115234 C 14.32675 16.946234 14.754891 16.782234 15.212891 16.740234 C 15.670891 16.699234 16.690438 16.137687 16.898438 15.554688 C 17.106437 14.971687 17.106922 14.470187 17.044922 14.367188 C 16.982922 14.263188 16.816406 14.201172 16.566406 14.076172 C 16.317406 13.951172 15.090328 13.348625 14.861328 13.265625 C 14.632328 13.182625 14.464828 13.140625 14.298828 13.390625 C 14.132828 13.640625 13.655766 14.201187 13.509766 14.367188 C 13.363766 14.534188 13.21875 14.556641 12.96875 14.431641 C 12.71875 14.305641 11.914938 14.041406 10.960938 13.191406 C 10.218937 12.530406 9.7182656 11.714844 9.5722656 11.464844 C 9.4272656 11.215844 9.5585938 11.079078 9.6835938 10.955078 C 9.7955938 10.843078 9.9316406 10.663578 10.056641 10.517578 C 10.180641 10.371578 10.223641 10.267562 10.306641 10.101562 C 10.389641 9.9355625 10.347156 9.7890625 10.285156 9.6640625 C 10.223156 9.5390625 9.737625 8.3065 9.515625 7.8125 C 9.328625 7.3975 9.131125 7.3878594 8.953125 7.3808594 C 8.808125 7.3748594 8.6425625 7.375 8.4765625 7.375 z\"><\/path><\/svg><span class=\"wp-block-social-link-label screen-reader-text\">WhatsApp<\/span><\/a><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-comments\">\n\n\n\n\n\n\t<div id=\"respond\" class=\"comment-respond wp-block-post-comments-form\">\n\t\t<h3 id=\"reply-title\" class=\"comment-reply-title\">Tinggalkan Balasan <small><a rel=\"nofollow\" id=\"cancel-comment-reply-link\" href=\"\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/829#respond\" style=\"display:none;\">Batalkan balasan<\/a><\/small><\/h3><form action=\"https:\/\/persprima.com\/wp-comments-post.php\" method=\"post\" id=\"commentform\" class=\"comment-form\"><p class=\"comment-notes\"><span id=\"email-notes\">Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.<\/span> <span class=\"required-field-message\">Ruas yang wajib ditandai <span class=\"required\">*<\/span><\/span><\/p><p class=\"comment-form-comment\"><label for=\"comment\">Komentar <span class=\"required\">*<\/span><\/label> <textarea placeholder=\"Berikan komentar\" id=\"comment\" name=\"comment\" cols=\"45\" rows=\"8\" maxlength=\"65525\" required><\/textarea><\/p><p class=\"comment-form-author\"><label for=\"author\">Nama <span class=\"required\">*<\/span><\/label> <input placeholder=\"Nama Kamu\" id=\"author\" name=\"author\" type=\"text\" value=\"\" size=\"30\" maxlength=\"245\" autocomplete=\"name\" required \/><\/p>\n<p class=\"comment-form-email\"><label for=\"email\">Email <span class=\"required\">*<\/span><\/label> <input placeholder=\"Email anda\" id=\"email\" name=\"email\" type=\"email\" value=\"\" size=\"30\" maxlength=\"100\" aria-describedby=\"email-notes\" autocomplete=\"email\" required \/><\/p>\n<p class=\"comment-form-url\"><label for=\"url\">Situs Web<\/label> <input placeholder=\"Website Anda\" id=\"url\" name=\"url\" type=\"url\" value=\"\" size=\"30\" maxlength=\"200\" autocomplete=\"url\" \/><\/p>\n<p class=\"comment-form-cookies-consent\"><input id=\"wp-comment-cookies-consent\" name=\"wp-comment-cookies-consent\" type=\"checkbox\" value=\"yes\" \/> <label for=\"wp-comment-cookies-consent\">Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.<\/label><\/p>\n<p class=\"form-submit\"><input name=\"submit\" type=\"submit\" id=\"submit\" class=\"submit\" value=\"Kirim Komentar\" \/> <input type='hidden' name='comment_post_ID' value='829' id='comment_post_ID' \/>\n<input type='hidden' name='comment_parent' id='comment_parent' value='0' \/>\n<\/p><p style=\"display: none !important;\" class=\"akismet-fields-container\" data-prefix=\"ak_\"><label>&#916;<textarea name=\"ak_hp_textarea\" cols=\"45\" rows=\"8\" maxlength=\"100\"><\/textarea><\/label><input type=\"hidden\" id=\"ak_js_1\" name=\"ak_js\" value=\"162\"\/><script>\ndocument.getElementById( \"ak_js_1\" ).setAttribute( \"value\", ( new Date() ).getTime() );\n<\/script>\n<\/p><\/form>\t<\/div><!-- #respond -->\n\t<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ahmad, I. F., &#038; Al Ayubbi, S. A. (2024). Kronik Gerakan Serikat Buruh di Indonesia: Peta dan Sejarah. Journal of Social Movements, 1(1), 1-24.<br \/>\nMarihandono, Djoko. (2017). Rawe-Rawe Rantas Malang-Malang Putung: Jejak Soewardi Soerjaningrat Hingga Pembuangan. Jakarta: Makalah Seminar \u201cPerjuangan Ki Hadjar Dewantara dari Politik ke Pendidikan.<br \/>\nZuriatin, Z., Nurhasanah, N., &#038; Nurlaila, N. (2021). Pandangan Dan Perjuangan Ki Hadjar Dewantara Dalam Memajukan Pendidikan Nasional. Jurnal pendidikan IPS, 11(1), 48-56.<br \/>\nDyer-Witheford, N. (2015). Cyber-proletariat: Global labour in the digital vortex. Between the Lines.<br \/>\nWiryopranoto, S., Herlina, N., Marihandono, D., &#038; Tangkilisan, Y. B. (2017). Ki Hajar Dewantara: pemikiran dan perjuangannya. Museum Kebangkitan Nasional.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":830,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[127],"tags":[133,131,130,132],"class_list":["post-829","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lensa-opini","tag-buruh","tag-ki-hajar-dewantara","tag-may-day","tag-pendidikan-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=829"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/829\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":838,"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/829\/revisions\/838"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/persprima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}