Home / Warta / Warta FISIP / Pesta Demokrasi atau Project Kebut Semalam?

Pesta Demokrasi atau Project Kebut Semalam?

Dokumetasi PRIMA/Pemilihan Umum Raya FISIP 2025/Pendopo FISIP

persprima.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik kembali menyelenggarakan prosesi pemungutan suara, Rabu (12/11/2025). Setelah banyak tahapan yang kontroversial dalam pelaksanaan PEMIRA kali ini, pemira akhirnya tetap dapat terlaksana.

Namun, panitia penyelenggara kembali melakukan kesalahan fatal dalam prosesi pencoblosan hari ini. Tercatat, open gate pemilihan baru terlaksana pukul 09.00 WIB, padahal seharusnya dimulai pukul 08.00 WIB dan hal itu hanya segelintir kesalahan kecil yang dilakukan oleh panitia kali ini.

Sejak pagi, tidak ada pengawas atau panitia yang bertugas mengawasi keluar masuknya warga di ruang tunggu pencoblosan. Situasi semakin diperburuk setelah hujan sempat melanda FISIP sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah hujan reda, warga bebas masuk ke ruang tunggu. Situasi semakin kacau setelah pukul 15.30 WIB, panitia justru kehabisan kertas suara. Proses pemungutan terjeda selama hampir 20 menit untuk menambah kertas suara. Namun dalam jeda yang cukup panjang itu, kotak suara malah dibiarkan begitu saja dan tidak ada penjaga. Kekosongan pengawasan ini menimbulkan tanda tanya dan potensi kecurangan yang besar.

Setelah panitia menambah kertas suara dan melanjutkan pemungutan, sangat disayangkan justru saksi tidak dilibatkan dalam proses penghitungan kertas suara tambahan. Situasi ini berpotensi menimbulkan kerancuan mengenai jumlah kertas suara yang sebenarnya. Tindakan yang diambil oleh KPUM tersebut jelas menyalahi dan mengabaikan prinsip transparansi yang seharusnya menjadi tonggak utama dalam pesta demokrasi ini.

Situasi dan kekacauan yang terjadi dalam PEMIRA kali ini jelas menimbulkan pertanyaan mendasar tentang kesiapan pihak penyelenggara dalam menjalankan pesta demokrasi ini. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia penyelenggara PEMIRA.

Penyunting : Aulia Nastiti
Editor visual : Alizkha Nayla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *